Penyelenggaraan Piala Dunia menjadi ladang emas bagi pasar prediksi Kalshi. Platform taruhan tersebut berhasil mencatatkan rekor perdagangan baru sejak turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dimulai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perusahaan analitik Ticker Tracker, Kalshi telah memproses taruhan olahraga senilai sekitar USD 40 miliar. Angka ini jauh melampaui estimasi analis untuk platform sportsbook online seperti DraftKings dan FanDuel yang diperkirakan hanya mencatat USD 4 miliar dari seluruh 104 pertandingan.
Meski memproses angka fantastis, Kalshi secara tegas menolak label sebagai situs taruhan olahraga atau sportsbook. Pihaknya mengklaim secara teknis merupakan produk keuangan yang diatur oleh pemerintah federal AS.
Di platform Kalshi, pengguna bertaruh melawan satu sama lain, bukan melawan pengelola taruhan. Perusahaan tidak mengambil keuntungan dari kekalahan pengguna, melainkan menarik biaya transaksi dari setiap perdagangan yang terjadi.
Juru bicara Kalshi, Elisabeth Diana, menegaskan bahwa platformnya tidak membatasi taruhan atau memblokir pengguna yang sering menang, berbeda dengan praktik sportsbook pada umumnya. "Sama seperti pasar saham, Anda dapat keluar dari posisi Anda kapan saja. Ini adalah platform yang lebih adil dan tidak eksploitatif," ujar Elisabeth Diana.
Di sisi lain, kehadiran Kalshi menuai kritik keras dari industri perjudian konvensional. David Forman, Vice President of Research di American Gaming Association, menyebut platform tersebut pada dasarnya tidak berbeda dengan tempat taruhan biasa.
"Kalshi adalah sportsbook yang ditempeli bisnis pasar prediksi kecil. Ketika orang bertaruh pada olahraga, mereka harus menyadari bahwa itu adalah produk hiburan, tetapi produk ini mempromosikan diri sebagai investasi keuangan, yang mana sangat tidak bertanggung jawab," tutur David Forman.
Kritik senada disampaikan oleh Victor Matheson, profesor ekonomi dari College of the Holy Cross. Ia menilai dari sudut pandang konsumen, Kalshi dan sportsbook tidak ada bedanya sehingga harus diatur dan dikenakan pajak yang sama.
Perdebatan ini juga memicu aksi hukum dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat seperti Minnesota, Massachusetts, dan Arizona yang mencoba melarang atau membatasi operasi Kalshi. Namun, dengan dukungan regulasi federal di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Kalshi mengaku optimistis dengan posisi hukum mereka.