Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui bahwa angka stunting di wilayah Kota Bandung saat ini masih tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Kembang berada di angka 22,8 persen, jauh melebihi batas target nasional yang ditetapkan sebesar 16 persen.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Farhan membeberkan bahwa tingginya angka tersebut dipicu oleh berbagai persoalan lingkungan yang kurang sehat. Beberapa masalah utama yang disoroti adalah kualitas udara yang masih buruk, kondisi sanitasi pemukiman yang belum memadai, serta kualitas sumber air bersih warga yang perlu segera diperbaiki.
Menurut data kewilayahan Pemkot Bandung, tercatat sekitar 27 persen rumah tangga di Kota Bandung belum memiliki tangki septik yang layak standar. Kondisi ini membuat warga rentan melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS) yang berdampak buruk pada kesehatan anak-anak dan menjadi salah satu pemicu utama stunting.
"Kalau kita menyangkal bahwa kita sedang bermasalah, maka masalah itu akan semakin jauh dari solusi. Kita harus berani mengakui kondisi ini agar bisa mencari jalan keluarnya bersama," kata Farhan saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan bahwa masalah stunting tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh Dinas Kesehatan saja. Penyelesaian kondisi ini harus dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan seluruh perangkat daerah terkait, mengingat persoalan sanitasi lingkungan dan infrastruktur memegang peranan krusial.
Farhan menegaskan, persoalan stunting di Bandung bukanlah disebabkan oleh masalah kekurangan atau kelangkaan bahan pangan. Sebagai kota jasa dan pusat perdagangan, Kota Bandung justru melimpah akan suplai bahan pangan yang didatangkan dari sedikitnya 16 provinsi di Indonesia.
"Kalau soal suplai makanan, Kota Bandung tidak ada masalah sama sekali. Jadi jangan-jangan persoalannya bukan semata-mata gizi. Ada faktor-faktor lain yang harus kita selesaikan bersama," tuturnya menjelaskan duduk perkara kasus stunting.
Menanggapi situasi ini, Pemkot Bandung menginstruksikan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk memaksimalkan program Dapur Dahshat di tingkat kelurahan guna menyajikan makanan bergizi seimbang. Selain itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga diminta segera menguji kualitas air sungai, termasuk mendeteksi kandungan bakteri Escherichia coli di Sungai Cikapundung.
Farhan menargetkan program jangka panjang ini dapat membawa Kota Bandung mencapai status Zero New Stunting. Dirinya menekankan bahwa target tersebut hanya bisa dicapai lewat komitmen kerja nyata dan monitoring ketat setiap bulan agar tidak ada lagi penambahan kasus stunting baru.