Pergantian pucuk pimpinan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Pengangkatan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut informasi resmi, Sudaryono dipercaya memimpin BGN guna menggantikan posisi Nanik S Deyang yang mengundurkan diri akibat kendala kesehatan. Seiring dengan peralihan kepemimpinan ini, profil serta latar belakang akademis dari kedua tokoh tersebut menuai sorotan masyarakat.
Berdasarkan data dari laman BGN, Nanik S Deyang yang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968 memiliki riwayat pendidikan yang kokoh di bidang sains. Beliau menuntaskan studi S1 Biologi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebelum melanjutkan pendidikan jenjang S2 Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga meraih gelar Nanik Sudaryati Deyang, S.Si., MS.
Sementara itu, berdasarkan rekam jejak akademisnya, Sudaryono yang lahir di Grobogan pada 23 Januari 1985 merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara kurun waktu 2000 hingga 2003. Ia kemudian melanjutkan studi di National Defense Academy of Japan, Swiss German University, serta sukses merengkuh gelar doktor Manajemen Bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dari pantauan redaksi, pergantian kepemimpinan ini mencerminkan dinamika kepemimpinan nasional yang tetap mengedepankan latar belakang pendidikan kuat dalam pengelolaan lembaga strategis negara. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru untuk membawa inovasi di BGN.