Ekonomi Global
Kumpulan artikel dengan tag Ekonomi Global di Kabayan News.
Harga Minyak Dunia Stabil, Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
Harga minyak dunia bertahan stabil setelah melonjak 5 persen akibat ketidakpastian Selat Hormuz, sementara bursa saham Asia bergerak variatif pada Selasa (11/8/2026).
All Articles
Harga Minyak Dunia Stabil, Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
Harga minyak dunia bertahan stabil setelah melonjak 5 persen akibat ketidakpastian Selat Hormuz, sementara bursa saham Asia bergerak variatif pada Selasa (11/8/2026).
Konflik Iran Tekan Pasar Global, Saham China dan Hong Kong Berganti Arah
Pergerakan saham di China dan Hong Kong terpantau bervariasi akibat tertekan oleh konflik Iran dan kenaikan harga minyak mentah global.
Prediksi GBP/CAD, Pergerakan Poundsterling Terhadap Dolar Kanada
Nilai tukar Poundsterling terhadap Dolar Kanada bergerak mendatar akibat volatilitas harga minyak mentah di tengah ketidakpastian geopolitik Selat Hormuz.
China Tahan Impor Minyak Mentah, Imbangi Penurunan Permintaan Asia
China menjadi penyeimbang utama permintaan minyak mentah di Asia menyusul penurunan pasokan dari Timur Tengah akibat konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz.
China Paling Terdampak Penurunan Permintaan Minyak Asia, Pasokan Menipis
China menanggung dampak terberat dari penurunan permintaan minyak mentah di Asia akibat menyusutnya pasokan dari Timur Tengah menyusul konflik Iran.
Harga Minyak Dunia Melonjak Naik, Ketidakpastian Selat Hormuz Jadi Pemicu
Harga minyak dunia kembali merangkak naik akibat ketidakpastian pembukaan kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz di tengah perundingan global.
Forvis Mazars Pangkas Saham UK dan Teknologi US dalam Perombakan MPS
Forvis Mazars memangkas porsi saham UK dan saham teknologi raksasa US dalam penyeimbangan portofolio kuartal ketiga untuk mengoptimalkan diversifikasi pasar.
Harga Minyak Dunia Melonjak, Harapan Damai Amerika Serikat dan Iran Redup
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan seiring memudarnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini dipicu oleh tuntutan ganti rugi perang dari Presiden Donald Trump serta penutupan jalur penting Selat Hormuz.
Krisis Iklim dan Konflik Global, Perusahaan Minyak Raup Untung Triliunan
Perusahaan minyak besar meraup keuntungan fantastis di tengah gelombang panas ekstrem dan konflik global. Fenomena ini memicu desakan penerapan kebijakan finansial hijau yang lebih tegas.
Krisis Selat Hormuz, Lonjakan Biaya Logistik Hantam Negara Teluk
Penutupan Selat Hormuz selama lima bulan akibat konflik memaksa negara Teluk mengandalkan jalur udara untuk memasok kebutuhan pokok, memicu lonjakan inflasi dan biaya logistik.
Kurs EUR/USD Pekan Ini, Euro Tembus Level 1,1600 Menanti Data Inflasi AS
Nilai tukar EUR/USD berada di kisaran 1,1552 dan berpotensi menembus level 1,1600. Analis memperkirakan pelemahan inflasi AS akan menjadi katalis utama pelemahan dolar.
Wall Street Bergerak Mendekati Rekor Tertinggi, Harga Minyak Mentah Naik
Pasar saham Wall Street bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa, sementara harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan di tengah sentimen pasar global.
Bursa Saham Eropa Membara, Investor Asing Serbu Pasar Modal
Pasar saham Eropa mencatatkan reli terkuat dalam setahun didorong oleh lonjakan laba perusahaan, pergeseran investasi AI, serta perbaikan ekonomi regional.
Harga Emas Melambung, UBS Pasang Target USD 5.200
Harga emas dunia melonjak ke level USD 4.342 per ons didorong pelemahan dolar AS dan data ekonomi Amerika Serikat yang melunak. Bank investasi UBS memproyeksikan harga logam mulia ini berpotensi menyentuh USD 5.200 pada Juni 2027.
Kebijakan Dagang Uni Eropa Terlambat, China Sudah Tinggalkan Sektor Lama
Uni Eropa dinilai keliru dalam merumuskan kebijakan dagang terhadap China karena terlalu fokus melindungi sektor industri lama yang kini telah ditinggalkan oleh Beijing.
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Naik
Konfrontasi geopolitik di Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak mentah Brent di atas USD 83 per barel serta mengancam perekonomian global.
Krisis Selat Hormuz, Lonjakan Harga Minyak Dinilai Rekayasa Pasar
Volatilitas harga minyak mentah dunia akibat krisis Selat Hormuz dinilai sebagai rekayasa pasar belaka. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut membuat pasokan minyak terganggu dan memicu ancaman ekonomi.
Prediksi Harga Minyak Dunia, Natixis Ungkap Alasan Harga Bisa Kembali Naik
Harga minyak Brent turun ke kisaran USD 78 per barel akibat meredanya tensi di Selat Hormuz. Meski demikian, Natixis mengingatkan bahwa disrupsi fisik pengiriman masih terjadi dan berpotensi memicu lonjakan harga kembali.
Ekonomi Global Kian Proteksionistis, Mantan Menteri Ingatkan Daya Saing Ekspor Indonesia
Mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memperingatkan bahwa pergeseran ekonomi global menuju proteksionisme mengancam daya saing ekspor Indonesia, sehingga membutuhkan strategi antisipasi dini dari pemerintah.
Volkswagen Rencana Pangkas 100 Ribu Pekerja, Hadapi Gempuran Mobil China
Volkswagen menghadapi restrukturisasi terbesar dalam sejarah 89 tahun dengan rencana memangkas hingga 100.000 pekerja akibat gempuran produsen mobil China dan anjloknya laba bersih.
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara
Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan tajam dipicu ketidakpastian pasokan energi dari Timur Tengah, menyusul serangan terhadap tanker minyak Saudi serta dinamika pembukaan Selat Hormuz.
Penjualan Apple di India tembus 10 miliar dolar AS, ekspansi ritel raksasa teknologi
Penjualan tahunan Apple di India melampaui 10 miliar dolar AS untuk pertama kalinya, didorong oleh perluasan jaringan ritel serta lonjakan permintaan iPhone.
Buyback saham HSBC senilai 1 miliar dolar AS diguyur, laba lampaui estimasi
HSBC mengumumkan program pembelian kembali saham senilai hingga 1 miliar dolar AS setelah melaporkan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar.