Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil 2025 FIFA Club World Cup,...
INTERNASIONAL

Profil 2025 FIFA Club World Cup, Turnamen Sepak Bola Antarklub Format Baru

By Dewi Lestari • 2 min read • 11 Agustus 2026
Trofi 2025 FIFA Club World Cup buatan Tiffany and Co berbahan emas murni

Trofi 2025 FIFA Club World Cup buatan Tiffany and Co berbahan emas murni

Turnamen 2025 FIFA Club World Cup atau dikenal sebagai Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 merupakan edisi ke-21 dari ajang kompetisi sepak bola antarklub internasional yang diselenggarakan secara resmi oleh FIFA. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, edisi ini menandai sejarah baru karena menjadi turnamen pertama yang menggunakan format ekspansi besar-besaran dengan keikutsertaan 32 tim terbaik dari berbagai belahan dunia.

Ajang bergengsi ini dilangsungkan di Amerika Serikat mulai tanggal 14 Juni hingga 13 Juli 2025. Dari analisis Kabayan News, struktur baru turnamen dirancang mirip dengan Piala Dunia FIFA konvensional sebagai kejuaraan dunia empat tahunan yang menggantikan format lama dengan tujuh peserta yang sebelumnya rutin diadakan setiap tahun.

Klub asal Inggris, Chelsea, keluar sebagai juara setelah sukses mengalahkan Paris Saint-Germain dengan skor telak tiga gol tanpa balas pada pertandingan final. Keberhasilan tersebut menempatkan Chelsea sebagai juara dunia perdana di bawah era format baru yang mempertemukan para juara kontinental serta klub-klub unggulan berdasarkan peringkat empat tahunan.

Proses pemilihan tuan rumah awalnya jatuh ke tangan Tiongkok pada Maret 2019 sebelum akhirnya ditunda akibat pandemi global COVID-19. FIFA kemudian mengonfirmasi Amerika Serikat sebagai tuan rumah baru pada Juni 2023 sebagai ajang pemanasan menjelang perhelatan akbar Piala Dunia FIFA 2026.

Topics
2025 fifa club world cup chelsea fifa amerika serikat sepak bola turnamen antarklub
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.